Menjelang Cuaca Ekstrim, Indonesia dan Filipina berkolaborasi untuk meluncurkan program pengurangan risiko bencana pemuda regional

Yayasan Peta Bencana, didukung oleh USAID BHA dan didukung oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kantor Pertahanan Sipil (OCD), secara resmi meluncurkan program pemuda pengurangan risiko bencana regional untuk Indonesia dan Filipina. Karena peristiwa cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi di kedua negara tersebut, para pemimpin muda menyatakan solidaritas dan komitmen mereka untuk mengurangi risiko dengan tagar #Youth4GotongRoyong #Youth4Bayanihan. Peluncuran dibuka oleh Dr. Raditya Jati, Deputi Sistem dan Strategi BNPB, Usec Ricardo B. Jalad, Direktur Eksekutif National Disaster Risk Reduction and Management Council (NDRRMC) dan administrator OCD, dan Bapak Harlan Hale, Regional Advisor USAID BHA, yang menyambut ratusan pemuda dan lebih dari 60 organisasi masyarakat yang hadir dalam pembukaan daring tersebut.

Dipimpin oleh keyakinan bahwa mitigasi risiko bencana harus melibatkan seluruh warga, program duta muda berkomitmen untuk memperkuat agen pemuda di seluruh wilayah sehingga mereka dapat berpartisipasi secara setara dalam upaya pemulihan bencana dan membuat keputusan yang tepat dan aman untuk diri mereka sendiri dan komunitas mereka selama keadaan darurat. Setengah dari populasi dunia adalah pemuda di bawah usia 30 tahun, dan mereka sering kali menjadi yang pertama dan paling terpengaruh ketika bencana terkait cuaca menyerang. Menurut Laporan Bencana Dunia 2020, Indonesia dan Filipina termasuk negara yang paling rentan terhadap bencana terkait cuaca dan tidak dapat dihindari bahwa negara-negara tersebut akan terus mengalami peningkatan cuaca ekstrem. Untuk mengatasi peningkatan frekuensi dan keparahan peristiwa yang berhubungan dengan cuaca, para ahli menekankan perlunya memfokuskan upaya pada adaptasi; meminimalkan keterpaparan dan kerentanan dengan meningkatkan kapasitas penduduk untuk merespon guncangan, yang tentu saja harus mencakup kelompok yang paling rentan.
Read More

Banjir akibat Siklon Tropis Seroja di Nusa Tenggara Timur dan penyebaran informasi bencana oleh masyarakat dalam mendukung respon bencana.

Siklon Tropis Seroja telah memicu banjir, tanah longsor, dan angin kencang di Nusa Tenggara Timur (NTT), mengakibatkan kerusakan yang cukup parah di wilayah ini sejak 4 April 2021.

Mengacu pada laporan langsung yang diterima PetaBencana.id, cuaca ekstrem telah merusak jembatan, menyapu sebagian rumah warga, dan memadamkan listrik. Warga telah membagikan informasi terkini secara real-time via PetaBencana.id dalam membantu sesama dan mendukung upaya respon.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati, mengatakan, “Cuaca ekstrem akibat siklon tropis Seroja masih berpotensi terjadi di wilayah NTT dalam beberapa hari ke depan.”

Kami mengajak warga untuk memantau https://petabencana.id untuk mendapatkan informasi terkini. Warga NTT juga dapat mengirimkan laporan banjir real-time dengan mencuit #banjir @petabencana, mengirim pesan Facebook ke @petabencana.id, atau pesan Telegram ke @bencanabot. Dengan berbagi, kita memastikan semua orang bisa mendapatkan informasi, menghindari bahaya, dan bersama mengurangi risiko! Read More

Banjir kembali terjadi di Jakarta, respon bencana juga didukung chatbot kemanusiaan di media sosial

Warga berbagi informasi banjir via PetaBencana.id mendukung respon dan upaya bantuan saat Jakarta kembali terendam untuk ketiga kalinya tahun ini.

Pada 20 Februari, #banjir dan #JakartaBanjir menjadi trending topic pertama Twitter di Indonesia, karena ibukota negara kembali terendam untuk ketiga kalinya tahun ini, menyusul hujan deras yang terjadi Jumat malam (19/2/2021) hingga Sabtu pagi (20/02/2021). Ketika warga Jakarta menggunakan media sosial dalam berbagi info banjir, mereka disambut oleh ‘Bencana bot’ – sebuah chatbot berbasis AI (Artificial Intelligence) yang memonitor postingan media sosial tentang bencana dan lansung mengajak pengguna untuk mengirimkan laporan detil bencana tersebut. Laporan crowdsourcing ini lalu dipetakan dalam sebuah website secara real-time, dan dapat diakses gratis dan terbuka, PetaBencana.id

Dengan banjir yang menutup jalan utama hingga jalan tol, mengganggu jadwal commuter lines, dan mematikan aliran listrik hingga 60.000 rumah, warga tetap membagikan informasi terkini situasi banjir agar tetap waspada dan dapat mengambil keputusan untuk tetap selamat. Ratusan warga telah melaporkan banjr ke PetaBencana.id, mereka saling memperingatkan akan ketinggian air, kerusakan infrastruktur dan akses jalan. BPBD DKI Jakarta juga meng-update peta ini dengan informasi resmi wilayah terdampak banjir, dan memonitor peta untuk melakukan respon yang dibutuhkan. PetaBencana.id sendiri mengalami 2000% kenaikan aktivitas dalam 12 jam dengan aktifnya warga menggunakan peta ini untuk memahami situasi banjir, menghindari daerah rawan, dan membuat keputusan agar tetap selamat. Read More

Taifun beruntun menghantam Filipina, warga berbagi data informasi untuk mendukung upaya bantuan

Warga berbagi informasi melalui MapaKalamidad.ph dalam mendukung upaya respon saat badai kelima kalinya menghantam wilayah ini hanya dalam waktu dua minggu.

Lima kejadian Taifun beruntun dialami FIlipina di akhir Oktober dan awal November. Ketika masih dalalm pemulihan akibat Taifun Molave (Quinta), Taifun Goni (Rolly). Taifun Atsani (Siony), dan Taifun Etau (Tonyo), hujan mengguyur bagian timur dan utara negara ini dan memperparah dampak dari Taifun Vamco (Ulysses), badai kelima yang menghantam wilayah ini hanya dalam dua minggu.

Taifun ini meninggalkan dampak parah pada jalan sehingga tidak bisa dilalui akibat banjir, dan mengganggu aliran listrik dan komunikasi. Keadaan waduk di beberapa wilayah ikut memperburuk banjir di wilayah rendah aliran sungai seperti Cagayan Valley, Central Luzon, Wilayah Administrasi Cordirella dan Metro Manila.

Di tengah luasnya situasi banjir yang menghentikan aktivitas dan pergerakan warga FIlipina, tagar @FLoodPH dan #RescuePH menjadi trending di media sosial, dimana warga meminta pertolongan dan posting informasi banjir di wilayahnya. MapaKalamidad.ph, sebuah platform informasi bencana yang baru diluncurkan, telah memanfaatkan aktifnya informasi di media sosial tersebut untuk membantu pengurangan risiko berbasis masyarakat. Menggunakan chatbot berbasis AI(Artificial Intelligence) untuk memonitor dan merespon postingan di media sosial, platform ini mengumpulkan dan mengkonfirmasi laporan dari warga ke dalam peta banjir secara real-time. Platform ini mengalami kenaikan aktivitas yang signifikan selama Taifun Ulysses karena aktifnya warga dalam melaporkan updates situasi banjir. Peta berbasis website yang gratis dan terbuka ini telah digunakan untuk mendukung warga dan unit manajemen bencana mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan respon dan penyelamatan. MapaKalamidad.ph diluncurkan akhir September 2020 sebagai bagian dari Program PhilAWARE yang didukung U.S. Agency for International Development Bureau of Humanitarian Affairs (USAID BHA) bekerjasama dengan the Philippine Office of the Civil Defense (OCD), Pacific Disaster Center (PDC), dan Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT). Read More

PetaBencana.id dijadikan contoh studi kasus dalam laporan terbaru tentang kecerdasan kolektif

“[PetaBencana.id] merupakan contoh paradigma dalam menggunakan internet yang menghubungkan kelompok individu untuk membagikan pengetahuan.[PetaBencana.id] mengkonfirmasi apa yang sudah lama kami pahami: keahlian yang bertumpu pada pengetahuan lokal dan pengalaman hidup didistribusikan secara luas di dalam masyarakat. Platform sosial memungkinkan kita untuk mengkombinasikan dan meningkatkan kecerdasan ini untuk menghimpun pengetahuan, membagikan pekerjaan dan menyelesaikan masalah secara kolaboratif.”

Laporan terbaru yang dipublikasikan oleh The Govlab (pusat penelitian yang berbasis di New York University) dan Nesta Foundation, sebuah yayasan di Inggris Raya, menampilkan PetaBencana.id sebagai salah satu dari 30 contoh studi kasus yang mendemonstrasikan dengan baik pemanfaatan kecerdasan kolektif untuk menangani tantangan publik. Sebagai bagian dari riset kecerdasan kolektif yang lebih besar, laporan ini berargumen bahwa kecerdasan kolektif dapat mendukung layanan publik yang lebih baik dan inklusif. Riset tersebut menyoroti studi kasus dari seluruh dunia yang menggunakan teknologi dalam memanfaatkan ide dan keahlian masyarakat, lalu menampilkan metodologi kolaboratif tersebut sebagai komponen kritikal dalam menangani permasalahan-permasalahan saat ini. Dokumentasi riset secara utuh dapat diakses di:  https://www.thegovlab.org/collective-intelligence.html
Read More

Peluncuran resmi platform pemetaan bencana di Filipina membawa semangat ‘bayanihan’ dan ‘gotong-royong’ untuk solidaritas kawasan!

MapaKalamidad.ph, sebuah platform respon dan manajemen bencana yang gratis dan terbuka di Filipina, telah diluncurkan pada 10 September 2020 dalam webinar virtual berjudul “Digital Bayanihan! Social Media for Humanitarian Response” (Gotong-Royong Digital! Media Sosial untuk Respon Kemanusiaan”). Platform ini menggabungkan laporan crowdsourcing (urun-daya) dan validasi instansi pemerintahan untuk memetakan kejadian banjir secara real-time.  

Dalam sambutan pembukanya, Joseph Curry dari USAID Office of Foreign Disaster Assistance mengatakan, “Selain mengandalkan pemerintah sebagai sumber otoritas dalam kerugian dan kebutuhan, kita juga mengakui bahwa mereka yang terdampak mempunyai informasi terkini serta memainkan peranan penting. MapaKalamidad.ph menambah dimensi baru pada data dan pengumpulan informasi dengan memberdayakan masyarakat untuk langsung melaporkan bencana, kondisi kritis dan kerugian dalam lingkungan sekitar mereka melalui aplikasi media sosial dan aplikasi mobile. Dengan semangat gotong-royong, MapaKalamidad.ph menjadi alat yang bisa digunakan siapapun dalam respon bencana, dan berpotensi menghubungkan setiap barangay (tingkat administrasi di FIlipina) ke tingkat yang tertinggi.” Read More

Hujan lebat membuat Jakarta tergenang, PetaBencana.id menjadi platform resmi untuk berbagi informasi warga dalam mengurangi risiko

Warga berbagi informasi melalui PetaBencana.id dalam mendukung respon dan bantuan saat hujan ekstrem membuat Jakarta tergenang untuk keempat kalinya tahun ini. Selama kurang dari 24 jam. lebih dari 800 warga mengirim laporan banjir ke PetaBencana.id.

Dua siklon tropis memicu hujan deras di seputar pulau Jawa, merendam ibukota Jakarta dan wilayah sekitarnya untuk keempat kalinya tahun ini.

Mengacu pada Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), rangkaian banjir yang melanda ibukota selama dua bulan terakhir adalah akibat dari perubahan iklim. Temperatur rerata di Indonesia memuncak di 2019, dengan Jakarta mengalami kenaikan temperatur tahunan 1,4 kali lebih tinggi dari tren global. BMKG mencatat curah hujan 278 milimeter dalam 24 jam, yang dikategorikan sebagai cuaca ‘hujan eksrem’ dimana kota ini dapat dikatakan menerima curahan hujan satu bulan hanya dalam satu hari.

Banjir telah mengganggu lalu lintas dan jadwal communiter lines selama 2 hari berturut-turut, menggenangi rumah sakit nasional, dan memutus aliran listrik bagi 1.600 gardu. Wargapun tetap aktif mencari informasi tentang situasi banjir untuk mengambil keputusan keselamatan dan respon. Di tengah maraknya misinformasi, BNPB merekomendasikan PetaBencana.id sebagai platform informasi resmi yang digunakan untuk mengurangi risiko secara kolektif. Read More

PetaBencana.id ekspansi nasional dengan #112Challenge se-Indonesia!

Dalam rangka peluncuran nasional PetaBencana.id, lebih dari 3.376 warga di seluruh Indonesia berpartisipasi dalam #112Challenge, sebuah pelatihan kesiapsiagaan dikemas secara unik dalam satu hari.

Dalam rangka peluncuran nasional platform manajemen bencana PetaBencana.id, Yayasan Peta Bencana dan BNPB, didukung oleh PLN and BRI, menggelar kegiatan #112Challenge, sebuah pelatihan kesiapsiagaan yang dikemas secara unik dalam satu hari. Lebih dari 125 organisasi dan 3.376 warga dari 17 provinsi di Indonesia berpartisipasi pada kompetisi se-Indonesia ini. dimana warga mensimulasikan laporan banjir real-time dan berbagi informasi via PetaBencana.id

PetaBencana.id adalah sebuah platform yang terbuka dan gratis, yang menyediakan informasi bencana secara real-time dan transparan bagi warga dan instansi pemerintah, dalam upaya mengurangi risiko bencana dan meningkatkan efisiensi respon bencana. Platform online ini menggunakan metode crowdsource untuk mengumpulkan infomrasi bencana dari media sosial yang dikirimkan oleh warga dari lokasi kejadian, dimana terdapat informasi terkini, dan menampilkan infomrasi tersebut dalam peta berbasis website.

Dalam sambutan pada peluncuran resmi platform ini, Doni Monardo Kepala BNPB mengatakan: “PetaBencana.id akan menjadi kanal utama dalam komunikasi bencana yang interaktif antara pemerintah dan warga. Dengan menyediakan akses bagi warga untuk mengirimkan laporan bencana real-time via media sosial, platform ini dapat mendukung respon lebih cepat dan mengurangi risiko.” Read More

Banjir, Bot, dan Gotong-royong! @america mengadakan pra-event eksklusif #112Challenge!

Sebagai persiapan acara peluncuran nasional PetaBencana.id, @america mengadakan sesi interaktif pada 5 Februari: “Banjir, Bots, dan Gotong Royong: Memperkuat Partisipasi Publik dalam Adaptasi Iklim di Indonesia”. 

Dibuka oleh Jason Seuc, Deputi DIrektur Urusan Lingkungan USAID, sesi ini fokus pada pentingnya penyebaran informasi berbasis komunitas ketika terjadi bencana.

Harlan Hale, Regional Advisor US Agency of International Development Office for Foreign Disaster Assistance (USAID OFDA , menyampaikan pentingnya warga melapor untuk mendukung respon dari instansi pemerintah dan organisasi kemanusiaan. Warga di lapangan seringkali memiliki informasi terkini – pengetahuan warga lokal dan jaringan yang terhubung oleh media sosial akan menyediakan sumber data dalam resolusi yang belum pernah ada untuk mitigasi risiko di perkotaan.

Untuk mentransformasikan ‘noise’ di media sosial menjadi informasi yang dapat diubah menjadi aksi, Nashin Mahtani, direktur Yayasan Peta Bencana, membagikan bagaimana platform PetaBencana.id menggunakan chatbot untuk berkomunikasi dengan warga dalam mengkonfirmasi kejadian banjir. Read More

PetaBencana.id berkolaborasi dengan NASA, BNPB, Instansi Pemerintah, dan warga dalam respon banjir 2020

Warga dan instansi pemerintah membagikan informasi banjir secara real-time di platform PetaBencana.id selama banjir di Jakarta Bulan Januari 2020. Laporan urun-daya pada platform ini telah mendukung upaya respon, perencanaan, dan analisis.

Pada Bulan Januari 2020, Jakarta mengalami curah hujan ekstrem tinggi yang dampaknya tidak mampu diatasi oleh infrastruktur kota. Banjir cukup parah menggenangi sebagian besar wilayah kota, berakibat jatuhnya puluhan korban jiwa dan ribuan warga harus mengungsi.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengaitkan curah hujan tinggi yang tidak biasa tersebut dengan konvergensi pola angin, dan sebagai peringatan akan peningkatan frekuensi cuaca ekstrem akibat dari perubahan iklim. BMKG mencatat curah hujan setinggi 377mm/jam, dimana ini merupakan yang tertinggi dialami Jakarta sejak 1866.

Mendapati banjir yang menutup akses jalan, menghentikan operasional salah satu bandara, hingga memutus aliran listrik, jutaan warga masyarakat mencari dan membagikan informasi terkini melalui kanal-kanal media sosial. Ribuan warga mengirimkan laporan banjir ke PetaBencana.id, saling berbagi informasi tentang tingkat keparahan banjir, kerusakan infrastruktur, dan tindakan tanggap bencana. PetaBencana.id mengalami kenaikan aktivitas sebesar 24.000% karena aktifnya warga dalam memantau peta pada situs yang dimanfaatkan untuk memahami situasi banjir, menghindari wilayah banjir, dan mengambil keputusan terkait keselamatan dan respon. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD DKI Jakarta) juga memantau peta untuk merespon kebutuhan warga, mengkoordinasikan respon tanggap darurat, dan memutakhirkan informasi wilayah yang terdampak banjir pada peta secara real-time. Read More

Yayasan Peta Bencana Berkolaborasi dalam Inisiasi Pengurangan Risiko yang akan datang di Filipina.

Sebagai bagian dari “ASEAN Regional Disaster Management Early Warning and Decision Support Capacity Enhancement Project”, tim Peta Bencana telah bekerja selama seminggu bersama mitra USAID, Pacific Disaster Center (PDC), dan Humanitarian OpenStreetMap Team(HOT) dalam mengawali inisiasi pengembangan platform pemetaan kebencanaan berbasis urun daya di Filipina. Inisiasi ini telah resmi diluncurkan tanggal 23 Juli 2019, dibuka dengan pertemuan pembuka yang dihadiri lebih dari 30 institusi termasuk pemerintah, lembaga non-pemerintah, dan sektor swasta.

Sejak tahun 2013, PetaBencana.id (sebelumnya PetaJakarta.org) telah membuktikan bahwa pengumpulan dan penyebaran data berbasis masyarakat telah mengurangi risiko bencana dan membantu dalam upaya respon bantuan bencana. Filipina sendiri memiliki kemiripan karakteristik dengan Indonesia, dimana PetaBencana.id berhasil menjadi platform pemetaan bencana berbasis urun daya. Secara geografis, Filipina juga berada di daerah cincin api, dan seperti negara ASEAN lainnya juga menghadapi peningkatan cuaca ektrem dan tidak terprediksi akibat perubahan iklim. Taifun, banjir, dan tanah longsor telah membawa kerusakan, dan Filipina adalah satu dari sekian banyak negara yang terdampak secara sosial-ekonomi akibat kejadian bencana tersebut. Read More

Petabencana.id menerima penghargaan United Nations Public Service Award dalam Memastikan Pendekatan yang Terintegrasi pada Institusi Sektor Publik

Pada 21 Mei 2019, PetaBencana.id dianugerahi penghargaan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yaitu United Nations Public Service Award (UNPSA) pada kategori “Memastikan pendekatan yang terintegrasi pada institusi sektor publik”. Penghargaan ini diberikan kepada PetaBencana.id bersama mitra pelaksana pemerintah Indonesia dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

UNPSA dikenal sebagai penghargaan internasional yang paling bergengsi dalam lingkup pekerjaan sektor publik. Dalam pernyataan yang dibuat Departemen Ekonomi dan Urusan Sosial PBB, penghargaan ini mengapresiasi pencapaian kreatif dan kontribusi institusi pelayanan publik yang mengarah pada administrasi publik yang lebih efektif dan responsif bagi negara-negara di seluruh dunia.” Kompetisi ini dilaksanakan setiap tahun dengan tujuan mempromosikan organisasi-organisasi yang berperan luar biasa untuk dijadikan sebagai contoh peran pentingnya pelayanan publik bagi masyarakat di seluruh dunia.

“Akibat pola cuaca yang semakin intensif dan tidak bisa diprediksi, kota-kota di Indonesia dihadapkan pada tantangan cuaca ektrem secara reguler. Kurangnya akses untuk data real-time dan terverifikasi mengurangi informasi dan kemampuan untuk membuat keputusan dalam perencanaan dan respon bencana, yang berujung pada manajemen sumber daya yang tidak efektif dan konflik. Dengan menyediakan informasi bencana yang gratis dan real-time, lalu membuatnya aman dan mudah untuk dibagikan, PetaBencana.id meningkatkan kapasitas seluruh masyarakat untuk berpartisipasi bersama dalam pengambilan keputusan.”  
Read More

Video Produksi Peta Bencana Menuai Komentar dan Pujian dari ‘Art Blog’ Terkemuka

quote open    …saya ingin membagikan sebuah video yang menurut saya sangat membuka wawasan dan berhak untuk diangkat dalam sebuah post… Saya pikir saya tahu tentang kerusakan yang dibuat oleh perkebunan kelapa sawit terhadap lingkungan, tapi saya tidak tahu bahwa sedemikian parahnya (kebakaran terjadi seluas negara saya hanya dalam waktu 5 bulan!!)        quote close

Publikasi ilmiah Peta Bencana telah mendapatkan pujian dari Régine Debatty, kritikus dan inisiator blog yang telah mendapatkan sejumlah penghargaan, we-make-money-not-art.com.   Dalam ulasan tentang pameran Verschwindende Vermächtnisse: Die Welt als Wald / Disappearing Legacies: The World as a Forest , Debatty mengangkat sebuah video yang diproduksi oleh Yayasan Peta Bencana, atas efektivitas dan kekuatan pesannya dalam menyampaikan dampak yang terjadi atas kerusakan lahan gambat dan pentingnya ekologi gambut untuk Sistem Bumi dan iklimnya. Sebagai bagian dari komitmen Yayasan dalam membangun infrastruktur untuk gotong royong melalui proses riset kolaboratif, Yayasan Peta Bencana bekerja dengan peneliti dari WALHI dan Akademi Drone Indonesia untuk memproduksi proyek publikasi seni/ilmiah ini. Pameran The Verschwindende Vermächtnisse: Die Welt als Wald / Disappearing Legacies: The World as a Forest saat ini tengah dibuka di the Zoologisches Museum, Centrum für Naturkunde, Universität Hamburg.

 

 

 

Yayasan Peta Bencana Meriahkan Acara Car Free Day

Pada 10 Desember 2017 lalu, Yayasan Peta Bencana menyulap salah satu ruas jalan tersibuk di Jakarta, Sudirman-Thamrin, menjadi sebuah lokasi instalasi seni jalanan yang didesain secara eksklusif untuk meningkatkan ketangguhan terhadap musim penghujan ini! Setiap minggu pagi, ruas jalan yang terletak di jantung ibu kota ini ditutup bagi para pengendara kendaraan bermotor dalam rangka acara car free day (CFD) sehingga dapat dimanfaatkan oleh para pejalan kaki, pelari, serta pengendara sepeda dan skateboard. Peta Bencana memanfaatkan kesempatan ini untuk mengadakan kegiatan kesiapsiagaan dalam menghadapi musim penghujan tahun 2017/2018; mengingat banyaknya orang berlalu lalang di lokasi instalasi tersebut untuk ber-selfie, pengunjung diingatkan untuk membagikan hasil foto-foto mereka bersama lukisan mural 3D PetaBencana.id di jalanan selama musim penghujan ini dan berkontribusi pada komunitas pemetaan banjir secara real-time. PetaBencana.id mengumpulkan laporan hasil crowd-source tentang banjir dari berbagai kanal media sosial dan memvisualisasikannya dalam peta gratis berbasis web, sehingga semua orang memperoleh informasi yang mereka butuhkan untuk tetap aman dan dapat mengindari bahaya selama musim penghujan. Informasi ini dibagikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta yang juga dapat meng-update peta ini dengan informasi terkini terkait genangan di daerahnya, sehingga menciptakan kanal komunikasi transparan dua arah bagi semua orang yang ada di perkotaan. Kesempatan ini juga dimanfaatkan oleh BPBD DKI Jakarta untuk mensosialisasikan program penanggulangan bencana kepada pengunjung acara CFD di ruas jalan ini. Read More

Tim Yayasan Peta Bencana Memperkenalkan PetaBencana.id di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya

Pada tanggal 28 November 2017 tim Yayasan Peta Bencana melanjutkan rangkaian kegiatan sosialisasi terkait pengembangan platform PetaBencana.id di Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Fakultas Desain, Arsitektur dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Masih mengusung tema yang sama, yaitu “Penggunaan Media Sosial dan Open Source Software sebagai Infrastruktur Adaptasi Perubahan Iklim”, sosialisasi kali ini dihadiri oleh 75 peserta (24 mahasiswa dan 41 mahasiswi). Kedatangan tim Yayasan Peta Bencana disambut baik oleh Kepala Departemen PWK, Bapak Adjie Pamungkas, ST.,M.Dev.Plg.,Ph.D, dan Dosen PWK, Bapak Mochamad Yusuf, ST, M.Sc.

Selama kegiatan sosialisasi ini berlangsung, para peserta mendapatkan kesempatan untuk menonton film dokumenter produksi Yayasan Peta Bencana, “The Same River Twice”,dimana film dokumenter tersebut menarasikan situasi Jakarta sebagai megacity dalam usahanya beradaptasi dengan perubahan iklim di musim hujan. Film tersebut memicu diskusi interaktif tentang informasi mengenai infrastruktur dalam konteks peristiwa kebencanaan. Kemudian, tim Yayasan Peta Bencana menjelaskan tentang pengembangan dan penggunaan PetaBencana.id dalam konteks tersebut, para peserta menunjukan optimisme terhadap platform PetaBencana.id dan tertarik untuk menggunakan metodologi dimana mereka dapat berkontribusi untuk pemetaan kebencanaan melalui berbagai macam kanal media sosial dan aplikasi pesan instan. Kami juga sangat senang saat bertukar ide dengan peserta tentang bagaimana PetaBencana.id, dan penggunaan data open source dapat dikembangkan lebih lanjut.

Melanjutkan pertukaran ide-ide yang produktif, Peta Bencana dan ITS secara aktif telah berdiskusi berbagai kemungkinan kolaborasi di masa mendatang untuk mendukung pengembangan open source software dan open data dalam membantu warga di wilayah perkotaan untuk membantu beradaptasi dengan perubahan iklim.

Film Produksi Peta Bencana tentang Hutan Gambut dan Minyak Kelapa Sawit diputar di Pameran “Disappearing Legacies: The World as Forest”

Indonesia adalah produsen dan eksportir minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Namun, untuk memenuhi permintaan global, Indonesia membangun perkebunan kelapa sawit besar dengan pembukaan lahan gambut untuk produksi. Diproduksi oleh PetaBencana.id, untuk pameran “Verschwindende Vermächtnisse: Die Welt als Wald [Disappearing Legacies: The World as Forest]” di Zoologisches Museum, Centrum für Naturkunde, Universität Hamburg, video ini menjelaskan akibat lokal dari perusakan lahan gambut dan juga pentingnya ekologi lahan gambut untuk sistem bumi dan iklimnya.

Tim Yayasan Peta Bencana Melakukan Sosialisasi PetaBencana.id di Universitas Paramadina

Sebagai rangkaian dari kolaborasi seminar dan perkuliahan bersama universitas di Indonesia, Yayasan Peta Bencana sangat antusias untuk bekerjasama dengan komunitas mahasiswa di Universitas Paramadina pada tanggal 22 November 2017 lalu. Acara ini diselenggarakan dengan kolaborasi dari Direktorat Pengembangan Mahasiswa Universitas Paramadina, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Khatulistiwa, dan UKM Paramadina Social Care (PSC).

Seminar ini, yang berjudul “Penggunaan Media Sosial dan Software Open Source sebagai Infrastruktur Adaptasi Perubahan Iklim”, dibuka oleh Ibu Leonita Kusumawardhani, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Paramadina, dan dihadiri oleh 36 peserta (10 mahasiswa dan 26 mahasiswi).

Respon positif yang terlihat dari para peserta membuat diskusi menjadi produktif, mengenai cara-cara bagaimana platform publik dapat mendukung pengambilan keputusan kolektif dan individual pada saat kejadian bencana. Peserta terutama sangat antusias untuk berdiskusi tentang metode verifikasi dari data hasil crowdsourcing dan bagaimana informasi dari warga dapat digunakan secara efektif oleh pihak berwenang untuk melakukan respon tanggap darurat. Tim Peta Bencana sangat senang dapat bertemu para mahasiswa yang sangat bersemangat serta mendapatkan diskusi menarik di Universitas Paramadina! Read More

Tim Yayasan Peta Bencana Melakukan Sosialisasi PetaBencana.id di Universitas Tarumanagara

 

Dalam rangka memasuki musim hujan di tahun 2017 – 2018, tim Yayasan Peta Bencana melakukan serangkaian program sosialisasi terkait pengembangan platform PetaBencana.id di beberapa perguruan tinggi di kota-kota besar Indonesia. Pada tanggal 8 November 2017, tim kami telah melakukan program sosialisasi ini di Jurusan Perencanaan Kota dan Real Estat, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara, Jakarta.

Sosialisasi yang bertemakan “Penggunaan Media Sosial dan Open Source Software sebagai Infrastruktur Adaptasi Perubahan Iklim” dihadiri oleh 56 peserta (27 mahasiswa dan 29 mahasiswi). Adapun Ketua Bagian Perkotaan Jurusan Perencanaan Kota dan Real Estat, Dr. Ir. Parino Rahardjo, M.M, turut antusias dengan memberikan penyambutan saat pembukaan sosialisasi ini berlangsung.

Selama acara sosialisasi ini berlangsung, para peserta mendapatkan pemaparan terkait kegunaan platform PetaBencana.id dalam pendukung pengambilan keputusan saat kejadian bencana. Para peserta juga telah mempraktikkan cara pelaporan melalui kanal-kanal yang didukung. Antusiasme peserta turut diacungi jempol karena sebagian besar dari mereka langsung mengeluarkan smartphone mereka, mengambil selfie, dan mengirimkan laporan melalui media sosial (Twitter) dan aplikasi pesan instan (Telegram). Kemudian, peserta dipandu untuk melihat dan membagikan laporan-laporan yang sudah ditampilkan dalam website PetaBencana.id.

Di akhir acara, tim Yayasan Peta Bencana memberikan sebuah sertifikat secara simbolis sebagai apresiasi kami untuk para peserta yang telah mengikuti sosialisasi ini. Tak lupa kami juga menerima sebuah kenang-kenangan berupa buku yang diterbitkan oleh Universitas Tarumanagara. Setelah berfoto bersama, tim Yayasan Peta Bencana dan pihak Universitas Tarumanagara berharap bahwa kerja sama seperti ini dapat berlanjut untuk menciptakan Indonesia yang lebih tangguh terhadap bencana.

MIT Mengadaptasi CogniCity OSS untuk Mendukung Perencanaan Resiko saat Badai Irma

quote open    Informasi sejenis ini akan membantu kami untuk menilai kerusakan secara real time pada saat terjadi badai dan membantu memprioritaskan usaha tanggap darurat setelah badai terjadi.        quote close

MIT Urban Risk Lab berhasil mengaplikasikan software yang dikembangkan untuk PetaBencana.id untuk mendukung perencanaan resiko untuk Badai Irma (Hurricane Irma). Dengan mengumpulkan laporan situasi secara crodwsourcing dari media sosial, platform tersebut, RiskMap.us, digunakan untuk memantau banjir saat Badai Irma secara real time.

Peta yang dapat diakses oleh publik tersebut saat ini sedang diujicoba di Broward County, Florida, yang memampukan penduduk, staf pemerintah, dan instansi tanggap darurat untuk tetap terinformasikan mengenai kondisi banjir yang berubah-ubah di wilayah tersebut, agar dapat mempersiapkan diri serta merespon situasi darurat. Dalam konferensi pers Jum’at lalu, Barabara Sharief selaku Broward County Mayor, mengatakan bahwa peta tersebut akan membantu menilai kerusakan secara real time dan membantu memprioritaskan usaha tanggap darurat. Read More

CogniCity OSS Diadaptasi untuk Mendukung Platform Pemetaan Banjir di Vietnam

Anggota dari tim SmartSaigon, sebuah platform open source untuk pemetaan banjir di Vietnam, mengunjungi PetaBencana.id untuk bertukar pikiran mengenai penggunaan dan implementasi dari data hasil crowdsourcing untuk manajemen resiko bencana. Tim tersebut mengadaptasi software yang sama yang digunakan untuk mendukung PetaBencana.id, yaiu CogniCity Open Source Software, untuk mengembangkan dan mendukung platform pemetaan banjir di Saigon. Kami sangat senang dapat melihat bagaimana CogniCity dapat menjadi sebuah kerangka kerja untuk mendukung pemetaan di lokasi lain di luar Indonesia, dan mengetahui bagaimana tim SmartSaigon telah menggunakan software tersebut untuk membangun dan mengembangkan karya yang sudah ada. 

Tim SmartSaigon juga bertemu dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta (BPBD DKI Jakarta), Jakarta Smart City, dan Pulse Lab Jakarta, untuk melihat bagaimana instansi-instansi tersebut bekerja serta melihat bagaimana PetaBencana.id bekerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan di Jakarta. Dengan perbedaan karakteristik yang dimiliki kedua kota tersebut, kami dapat saling berbagi pengalaman, baik kemiripan maupun perbedaan. PetaBencana sangat tertarik untuk mempelajari strategi-strategi yang dibangun oleh SmartSaigon untuk mendukung situasi perkotaan yang unik di Saigon, termasuk penggunaan dan integrasi dari chatbot dalam berbagi platfom media sosial. Kami juga dapat mempelajari lebih lanjut bagaimana CogniCity dapat dimodifikasi, menyesuaikan dengan persepsi unik masyarakat tentang resiko bencana di Saigon. Read More