PetaBencana.id berkolaborasi dengan NASA, BNPB, Instansi Pemerintah, dan warga dalam respon banjir 2020

Warga dan instansi pemerintah membagikan informasi banjir secara real-time di platform PetaBencana.id selama banjir di Jakarta Bulan Januari 2020. Laporan urun-daya pada platform ini telah mendukung upaya respon, perencanaan, dan analisis.

Pada Bulan Januari 2020, Jakarta mengalami curah hujan ekstrem tinggi yang dampaknya tidak mampu diatasi oleh infrastruktur kota. Banjir cukup parah menggenangi sebagian besar wilayah kota, berakibat jatuhnya puluhan korban jiwa dan ribuan warga harus mengungsi.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengaitkan curah hujan tinggi yang tidak biasa tersebut dengan konvergensi pola angin, dan sebagai peringatan akan peningkatan frekuensi cuaca ekstrem akibat dari perubahan iklim. BMKG mencatat curah hujan setinggi 377mm/jam, dimana ini merupakan yang tertinggi dialami Jakarta sejak 1866.

Mendapati banjir yang menutup akses jalan, menghentikan operasional salah satu bandara, hingga memutus aliran listrik, jutaan warga masyarakat mencari dan membagikan informasi terkini melalui kanal-kanal media sosial. Ribuan warga mengirimkan laporan banjir ke PetaBencana.id, saling berbagi informasi tentang tingkat keparahan banjir, kerusakan infrastruktur, dan tindakan tanggap bencana. PetaBencana.id mengalami kenaikan aktivitas sebesar 24.000% karena aktifnya warga dalam memantau peta pada situs yang dimanfaatkan untuk memahami situasi banjir, menghindari wilayah banjir, dan mengambil keputusan terkait keselamatan dan respon. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD DKI Jakarta) juga memantau peta untuk merespon kebutuhan warga, mengkoordinasikan respon tanggap darurat, dan memutakhirkan informasi wilayah yang terdampak banjir pada peta secara real-time. Read More

Yayasan Peta Bencana Berkolaborasi dalam Inisiasi Pengurangan Risiko yang akan datang di Filipina.

Sebagai bagian dari “ASEAN Regional Disaster Management Early Warning and Decision Support Capacity Enhancement Project”, tim Peta Bencana telah bekerja selama seminggu bersama mitra USAID, Pacific Disaster Center (PDC), dan Humanitarian OpenStreetMap Team(HOT) dalam mengawali inisiasi pengembangan platform pemetaan kebencanaan berbasis urun daya di Filipina. Inisiasi ini telah resmi diluncurkan tanggal 23 Juli 2019, dibuka dengan pertemuan pembuka yang dihadiri lebih dari 30 institusi termasuk pemerintah, lembaga non-pemerintah, dan sektor swasta.

Sejak tahun 2013, PetaBencana.id (sebelumnya PetaJakarta.org) telah membuktikan bahwa pengumpulan dan penyebaran data berbasis masyarakat telah mengurangi risiko bencana dan membantu dalam upaya respon bantuan bencana. Filipina sendiri memiliki kemiripan karakteristik dengan Indonesia, dimana PetaBencana.id berhasil menjadi platform pemetaan bencana berbasis urun daya. Secara geografis, Filipina juga berada di daerah cincin api, dan seperti negara ASEAN lainnya juga menghadapi peningkatan cuaca ektrem dan tidak terprediksi akibat perubahan iklim. Taifun, banjir, dan tanah longsor telah membawa kerusakan, dan Filipina adalah satu dari sekian banyak negara yang terdampak secara sosial-ekonomi akibat kejadian bencana tersebut. Read More

Petabencana.id menerima penghargaan United Nations Public Service Award dalam Memastikan Pendekatan yang Terintegrasi pada Institusi Sektor Publik

Pada 21 Mei 2019, PetaBencana.id dianugerahi penghargaan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yaitu United Nations Public Service Award (UNPSA) pada kategori “Memastikan pendekatan yang terintegrasi pada institusi sektor publik”. Penghargaan ini diberikan kepada PetaBencana.id bersama mitra pelaksana pemerintah Indonesia dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

UNPSA dikenal sebagai penghargaan internasional yang paling bergengsi dalam lingkup pekerjaan sektor publik. Dalam pernyataan yang dibuat Departemen Ekonomi dan Urusan Sosial PBB, penghargaan ini mengapresiasi pencapaian kreatif dan kontribusi institusi pelayanan publik yang mengarah pada administrasi publik yang lebih efektif dan responsif bagi negara-negara di seluruh dunia.” Kompetisi ini dilaksanakan setiap tahun dengan tujuan mempromosikan organisasi-organisasi yang berperan luar biasa untuk dijadikan sebagai contoh peran pentingnya pelayanan publik bagi masyarakat di seluruh dunia.

“Akibat pola cuaca yang semakin intensif dan tidak bisa diprediksi, kota-kota di Indonesia dihadapkan pada tantangan cuaca ektrem secara reguler. Kurangnya akses untuk data real-time dan terverifikasi mengurangi informasi dan kemampuan untuk membuat keputusan dalam perencanaan dan respon bencana, yang berujung pada manajemen sumber daya yang tidak efektif dan konflik. Dengan menyediakan informasi bencana yang gratis dan real-time, lalu membuatnya aman dan mudah untuk dibagikan, PetaBencana.id meningkatkan kapasitas seluruh masyarakat untuk berpartisipasi bersama dalam pengambilan keputusan.”  
Read More

Video Produksi Peta Bencana Menuai Komentar dan Pujian dari ‘Art Blog’ Terkemuka

quote open    …saya ingin membagikan sebuah video yang menurut saya sangat membuka wawasan dan berhak untuk diangkat dalam sebuah post… Saya pikir saya tahu tentang kerusakan yang dibuat oleh perkebunan kelapa sawit terhadap lingkungan, tapi saya tidak tahu bahwa sedemikian parahnya (kebakaran terjadi seluas negara saya hanya dalam waktu 5 bulan!!)        quote close

Publikasi ilmiah Peta Bencana telah mendapatkan pujian dari Régine Debatty, kritikus dan inisiator blog yang telah mendapatkan sejumlah penghargaan, we-make-money-not-art.com.   Dalam ulasan tentang pameran Verschwindende Vermächtnisse: Die Welt als Wald / Disappearing Legacies: The World as a Forest , Debatty mengangkat sebuah video yang diproduksi oleh Yayasan Peta Bencana, atas efektivitas dan kekuatan pesannya dalam menyampaikan dampak yang terjadi atas kerusakan lahan gambat dan pentingnya ekologi gambut untuk Sistem Bumi dan iklimnya. Sebagai bagian dari komitmen Yayasan dalam membangun infrastruktur untuk gotong royong melalui proses riset kolaboratif, Yayasan Peta Bencana bekerja dengan peneliti dari WALHI dan Akademi Drone Indonesia untuk memproduksi proyek publikasi seni/ilmiah ini. Pameran The Verschwindende Vermächtnisse: Die Welt als Wald / Disappearing Legacies: The World as a Forest saat ini tengah dibuka di the Zoologisches Museum, Centrum für Naturkunde, Universität Hamburg.

 

 

 

Yayasan Peta Bencana Meriahkan Acara Car Free Day

Pada 10 Desember 2017 lalu, Yayasan Peta Bencana menyulap salah satu ruas jalan tersibuk di Jakarta, Sudirman-Thamrin, menjadi sebuah lokasi instalasi seni jalanan yang didesain secara eksklusif untuk meningkatkan ketangguhan terhadap musim penghujan ini! Setiap minggu pagi, ruas jalan yang terletak di jantung ibu kota ini ditutup bagi para pengendara kendaraan bermotor dalam rangka acara car free day (CFD) sehingga dapat dimanfaatkan oleh para pejalan kaki, pelari, serta pengendara sepeda dan skateboard. Peta Bencana memanfaatkan kesempatan ini untuk mengadakan kegiatan kesiapsiagaan dalam menghadapi musim penghujan tahun 2017/2018; mengingat banyaknya orang berlalu lalang di lokasi instalasi tersebut untuk ber-selfie, pengunjung diingatkan untuk membagikan hasil foto-foto mereka bersama lukisan mural 3D PetaBencana.id di jalanan selama musim penghujan ini dan berkontribusi pada komunitas pemetaan banjir secara real-time. PetaBencana.id mengumpulkan laporan hasil crowd-source tentang banjir dari berbagai kanal media sosial dan memvisualisasikannya dalam peta gratis berbasis web, sehingga semua orang memperoleh informasi yang mereka butuhkan untuk tetap aman dan dapat mengindari bahaya selama musim penghujan. Informasi ini dibagikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta yang juga dapat meng-update peta ini dengan informasi terkini terkait genangan di daerahnya, sehingga menciptakan kanal komunikasi transparan dua arah bagi semua orang yang ada di perkotaan. Kesempatan ini juga dimanfaatkan oleh BPBD DKI Jakarta untuk mensosialisasikan program penanggulangan bencana kepada pengunjung acara CFD di ruas jalan ini. Read More

Tim Yayasan Peta Bencana Memperkenalkan PetaBencana.id di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya

Pada tanggal 28 November 2017 tim Yayasan Peta Bencana melanjutkan rangkaian kegiatan sosialisasi terkait pengembangan platform PetaBencana.id di Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Fakultas Desain, Arsitektur dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Masih mengusung tema yang sama, yaitu “Penggunaan Media Sosial dan Open Source Software sebagai Infrastruktur Adaptasi Perubahan Iklim”, sosialisasi kali ini dihadiri oleh 75 peserta (24 mahasiswa dan 41 mahasiswi). Kedatangan tim Yayasan Peta Bencana disambut baik oleh Kepala Departemen PWK, Bapak Adjie Pamungkas, ST.,M.Dev.Plg.,Ph.D, dan Dosen PWK, Bapak Mochamad Yusuf, ST, M.Sc.

Selama kegiatan sosialisasi ini berlangsung, para peserta mendapatkan kesempatan untuk menonton film dokumenter produksi Yayasan Peta Bencana, “The Same River Twice”,dimana film dokumenter tersebut menarasikan situasi Jakarta sebagai megacity dalam usahanya beradaptasi dengan perubahan iklim di musim hujan. Film tersebut memicu diskusi interaktif tentang informasi mengenai infrastruktur dalam konteks peristiwa kebencanaan. Kemudian, tim Yayasan Peta Bencana menjelaskan tentang pengembangan dan penggunaan PetaBencana.id dalam konteks tersebut, para peserta menunjukan optimisme terhadap platform PetaBencana.id dan tertarik untuk menggunakan metodologi dimana mereka dapat berkontribusi untuk pemetaan kebencanaan melalui berbagai macam kanal media sosial dan aplikasi pesan instan. Kami juga sangat senang saat bertukar ide dengan peserta tentang bagaimana PetaBencana.id, dan penggunaan data open source dapat dikembangkan lebih lanjut.

Melanjutkan pertukaran ide-ide yang produktif, Peta Bencana dan ITS secara aktif telah berdiskusi berbagai kemungkinan kolaborasi di masa mendatang untuk mendukung pengembangan open source software dan open data dalam membantu warga di wilayah perkotaan untuk membantu beradaptasi dengan perubahan iklim.

Film Produksi Peta Bencana tentang Hutan Gambut dan Minyak Kelapa Sawit diputar di Pameran “Disappearing Legacies: The World as Forest”

Indonesia adalah produsen dan eksportir minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Namun, untuk memenuhi permintaan global, Indonesia membangun perkebunan kelapa sawit besar dengan pembukaan lahan gambut untuk produksi. Diproduksi oleh PetaBencana.id, untuk pameran “Verschwindende Vermächtnisse: Die Welt als Wald [Disappearing Legacies: The World as Forest]” di Zoologisches Museum, Centrum für Naturkunde, Universität Hamburg, video ini menjelaskan akibat lokal dari perusakan lahan gambut dan juga pentingnya ekologi lahan gambut untuk sistem bumi dan iklimnya.

Tim Yayasan Peta Bencana Melakukan Sosialisasi PetaBencana.id di Universitas Paramadina

Sebagai rangkaian dari kolaborasi seminar dan perkuliahan bersama universitas di Indonesia, Yayasan Peta Bencana sangat antusias untuk bekerjasama dengan komunitas mahasiswa di Universitas Paramadina pada tanggal 22 November 2017 lalu. Acara ini diselenggarakan dengan kolaborasi dari Direktorat Pengembangan Mahasiswa Universitas Paramadina, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Khatulistiwa, dan UKM Paramadina Social Care (PSC).

Seminar ini, yang berjudul “Penggunaan Media Sosial dan Software Open Source sebagai Infrastruktur Adaptasi Perubahan Iklim”, dibuka oleh Ibu Leonita Kusumawardhani, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Paramadina, dan dihadiri oleh 36 peserta (10 mahasiswa dan 26 mahasiswi).

Respon positif yang terlihat dari para peserta membuat diskusi menjadi produktif, mengenai cara-cara bagaimana platform publik dapat mendukung pengambilan keputusan kolektif dan individual pada saat kejadian bencana. Peserta terutama sangat antusias untuk berdiskusi tentang metode verifikasi dari data hasil crowdsourcing dan bagaimana informasi dari warga dapat digunakan secara efektif oleh pihak berwenang untuk melakukan respon tanggap darurat. Tim Peta Bencana sangat senang dapat bertemu para mahasiswa yang sangat bersemangat serta mendapatkan diskusi menarik di Universitas Paramadina! Read More

Tim Yayasan Peta Bencana Melakukan Sosialisasi PetaBencana.id di Universitas Tarumanagara

 

Dalam rangka memasuki musim hujan di tahun 2017 – 2018, tim Yayasan Peta Bencana melakukan serangkaian program sosialisasi terkait pengembangan platform PetaBencana.id di beberapa perguruan tinggi di kota-kota besar Indonesia. Pada tanggal 8 November 2017, tim kami telah melakukan program sosialisasi ini di Jurusan Perencanaan Kota dan Real Estat, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara, Jakarta.

Sosialisasi yang bertemakan “Penggunaan Media Sosial dan Open Source Software sebagai Infrastruktur Adaptasi Perubahan Iklim” dihadiri oleh 56 peserta (27 mahasiswa dan 29 mahasiswi). Adapun Ketua Bagian Perkotaan Jurusan Perencanaan Kota dan Real Estat, Dr. Ir. Parino Rahardjo, M.M, turut antusias dengan memberikan penyambutan saat pembukaan sosialisasi ini berlangsung.

Selama acara sosialisasi ini berlangsung, para peserta mendapatkan pemaparan terkait kegunaan platform PetaBencana.id dalam pendukung pengambilan keputusan saat kejadian bencana. Para peserta juga telah mempraktikkan cara pelaporan melalui kanal-kanal yang didukung. Antusiasme peserta turut diacungi jempol karena sebagian besar dari mereka langsung mengeluarkan smartphone mereka, mengambil selfie, dan mengirimkan laporan melalui media sosial (Twitter) dan aplikasi pesan instan (Telegram). Kemudian, peserta dipandu untuk melihat dan membagikan laporan-laporan yang sudah ditampilkan dalam website PetaBencana.id.

Di akhir acara, tim Yayasan Peta Bencana memberikan sebuah sertifikat secara simbolis sebagai apresiasi kami untuk para peserta yang telah mengikuti sosialisasi ini. Tak lupa kami juga menerima sebuah kenang-kenangan berupa buku yang diterbitkan oleh Universitas Tarumanagara. Setelah berfoto bersama, tim Yayasan Peta Bencana dan pihak Universitas Tarumanagara berharap bahwa kerja sama seperti ini dapat berlanjut untuk menciptakan Indonesia yang lebih tangguh terhadap bencana.

MIT Mengadaptasi CogniCity OSS untuk Mendukung Perencanaan Resiko saat Badai Irma

quote open    Informasi sejenis ini akan membantu kami untuk menilai kerusakan secara real time pada saat terjadi badai dan membantu memprioritaskan usaha tanggap darurat setelah badai terjadi.        quote close

MIT Urban Risk Lab berhasil mengaplikasikan software yang dikembangkan untuk PetaBencana.id untuk mendukung perencanaan resiko untuk Badai Irma (Hurricane Irma). Dengan mengumpulkan laporan situasi secara crodwsourcing dari media sosial, platform tersebut, RiskMap.us, digunakan untuk memantau banjir saat Badai Irma secara real time.

Peta yang dapat diakses oleh publik tersebut saat ini sedang diujicoba di Broward County, Florida, yang memampukan penduduk, staf pemerintah, dan instansi tanggap darurat untuk tetap terinformasikan mengenai kondisi banjir yang berubah-ubah di wilayah tersebut, agar dapat mempersiapkan diri serta merespon situasi darurat. Dalam konferensi pers Jum’at lalu, Barabara Sharief selaku Broward County Mayor, mengatakan bahwa peta tersebut akan membantu menilai kerusakan secara real time dan membantu memprioritaskan usaha tanggap darurat. Read More

CogniCity OSS Diadaptasi untuk Mendukung Platform Pemetaan Banjir di Vietnam

Anggota dari tim SmartSaigon, sebuah platform open source untuk pemetaan banjir di Vietnam, mengunjungi PetaBencana.id untuk bertukar pikiran mengenai penggunaan dan implementasi dari data hasil crowdsourcing untuk manajemen resiko bencana. Tim tersebut mengadaptasi software yang sama yang digunakan untuk mendukung PetaBencana.id, yaiu CogniCity Open Source Software, untuk mengembangkan dan mendukung platform pemetaan banjir di Saigon. Kami sangat senang dapat melihat bagaimana CogniCity dapat menjadi sebuah kerangka kerja untuk mendukung pemetaan di lokasi lain di luar Indonesia, dan mengetahui bagaimana tim SmartSaigon telah menggunakan software tersebut untuk membangun dan mengembangkan karya yang sudah ada. 

Tim SmartSaigon juga bertemu dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta (BPBD DKI Jakarta), Jakarta Smart City, dan Pulse Lab Jakarta, untuk melihat bagaimana instansi-instansi tersebut bekerja serta melihat bagaimana PetaBencana.id bekerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan di Jakarta. Dengan perbedaan karakteristik yang dimiliki kedua kota tersebut, kami dapat saling berbagi pengalaman, baik kemiripan maupun perbedaan. PetaBencana sangat tertarik untuk mempelajari strategi-strategi yang dibangun oleh SmartSaigon untuk mendukung situasi perkotaan yang unik di Saigon, termasuk penggunaan dan integrasi dari chatbot dalam berbagi platfom media sosial. Kami juga dapat mempelajari lebih lanjut bagaimana CogniCity dapat dimodifikasi, menyesuaikan dengan persepsi unik masyarakat tentang resiko bencana di Saigon. Read More

2017 Asia GeoSpatial Excellence Award

quote open .     Juri penilai kami meyakini bahwa proyek BNPB, PetaBencana.id, dapat mendemonstrasikan kekuatan dari informasi geospasial dan teknologi dalam memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat di tingkat akarumput dan menguatkan kesiapsiagaan bencana, yang menekankan perannya sebagai alat dalam pembangunan berbasis sosio-ekonomi.          quote close

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerima Asia GeoSpatial Excellence Award 2017 untuk implementasi mereka dengan PetaBencana.id. Penghargaan ini memberikan apresiasi pada aplikasi dari teknologi geospasial untuk menguatkan partisipasi masyarakat.

Gubernur DKI Jakarta Mendukung PetaBencana.id

2017_JakartaGovernorTweetviaInstagramandMetroTV.jpg

quote open      Penduduk Jakarta, mohon berhati-hati dengan area banjir… Periksa kembali lokasi wilayah banjir pada PetaBencana.id … Ini adalah beberapa gambar dari banjir kemarin, pagi, siang, dan malam.          quote close

Pemerintah Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, melaporkan kutipan layar PetaBencana.id melalui akun Instagram saat musim penghujan tahun 2017, mengajak penduduk untuk memeriksa peta agar selalu tetap mendapatkan informasi. Media MetroTV menangkap cerita tersebut dan mendeskripsikan bagaimana lembaga manajemen kedaruratan dapat merespon situasi banjir secara cepat dikarenakan platform PetaBencana.id.

Baca artikel selengkapnya di sini

OECD Meliput PetaBencana.id Sebagai Studi Kasus

2017_OECD_Casestudy.jpg

quote open    …sejak 2015, BNPB telah menggunakan platform ini sebagai bagian dari operasi manajemen kedaruratan harian, yang merupakan satu terobosan dalam pertukaran informasi dengan penduduk.        quote close

PetaBencana.id ditampilkan sebagai sebuah studi kasus dalam laporan OECD untuk penerapan inovasi pemerintah yang inovatif. Laporan tersebut memuji integrasi platform ke dalam ekosistem manajemen informasi risiko bencana yang ada di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang merupakan sebuah kemajuan utama pada sistem diseminasi informasi sebelumnya.

Baca laporan selengkapnya di sini

Penghargaan ODI Showcase Award

2016_ODI_ShowcaseAward.jpg

quote open      Peta – beserta perangkat lunak dan data dibelakangnya – dibagikan secara terbuka, jadi dapat diintegrasikan kedalam sistem dari badan pemerintah dan organisasi bukan pemerintah yang ditugaskan untuk merespon banjir. Ini menawarkan satu solusi praktis untuk mengembangkan platform manajemen bersama di daerah perkotaan untuk menghadapi cuaca ekstrem.          quote close

Proyek awal PetaJakarta.org merupakan salah satu penerima Penghargaan ODI Showcase di tahun 2016. Penghargaan ini mendukung proyek-proyek yang mendemonstrasikan bagaimana keterbukaan data dapat digunakan untuk kepentingan individual, organisasi, dan masyarakat.

Baca artikel selengkapnya di sini

FCC Merekomendasikan Proyek Sebagai Model Untuk Crowdsourcing Informasi Bencana

2016_TheFederalCommunicationsCommission_ExampleOfBestPractice.jpg

quote open      Sejauh mana kemungkinan untuk mengembangkan contoh ini sebagai sebuah penerapan terbaik untuk crowdsourcing data tanggap darurat yang andal secara otomatis, menggunakan platform yang diatur di Amerika Serikat?          quote close

Pada tahun 2016, Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat merekomendasikan proyek awal, PetaJakarta.org, sebagai sebuah contoh terbaik untuk sebuah platform informasi kebencanaan berbasis crowdsourcing.

Baca dokumentasi selengkapnya di sini

Liputan The Guardian

2016_TheGuardian.jpg

quote open      Mungkin kesuksesan yang paling signifikan dari sistem ini adalah ketika digunakan oleh BPBD DKI Jakarta. Pada tahun 2015, lembaga tersebut menggunakan PetaJakarta.org sebagai sistem peringatan dini, memungkinkan mereka untuk mengidentifikasi dan memverifikasi ulang lokasi yang terdampak banjir, mempercepat proses tanggap darurat, dan mengkomunikasikan dengan penduduk di wilayah terdampak banjir secara real-time.      quote close

Dalam pendapat editor di media Guardian untuk Jaringan Kepemimpinan Publik, ko-direktur proyek menyoroti kesuksesan PetaJakarta.org untuk memungkinkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta meningkatkan waktu tanggap darurat dan berbagi informasi penting dengan penduduk saat waktu banjir. 

Baca artikel selengkapnya di sini

IFRC Merekomendasikan Proyek sebagai Model untuk Respon Bencana

2015_IFRC_ExampleofBestPractice.jpg

quote open      ..sebuah perangkat yang dapat merespon dalam cara bagaimana bencana itu terjadi dan bagaimana masyarakat menanggapinya, daripada hasil prediksi atau proyeksi ide dari tingkah laku.          quote close

World Disasters Report tahun 2015 mengakui bahwa aktor lokal memiliki peranan dalam situasi kedaruratan. Proyek awal, PetaJakarta.org, telah direkomendasikan sebagai sebuah model untuk memberdayakan aktor-aktor lokal dan merubah sifat tanggap bencana pada tingkat komunitas.

Baca laporan selengkapnya di sini

Parlemen Australia Memberikan Pujian terhadap Proyek sebagai Contoh Praktek Terbaik

2015_ParliamentofAustraliaStandingCommitteeofInfrastructureandCommunications.jpg

quote open      … ketika kami berbicara bukan saja bagi Australia tetapi manajemen bencana, mengetahui kapan dan dimana banjir akan terjadi dan mengatur bahwa informasi tersebut dapat kamu berikan melalui Twitter dan menggabungkan keduanya bersamaan, lalu kapasitas dari manajemen kebencanaan secara variatif akan dapat sangat berguna. Inilah alasan mengapa isu tentang teknologi seperti ini, dimana dapat bekerja di berbagai macam bidang, akan sangat berguna.          quote close

Dalam sebuah pernyataan untuk Komite Tetap Infrastruktur dan Komunikasi Pemerintah Australia, ko-direktur proyek Dr. Tomas Holderness merekomendasikan PetaJakarta.org sebagai model untuk mengubah media sosial menjadi informasi yang dapat ditindaklanjuti bagi penduduk dan pembuat keputusan. Proyek ini dipuji dikarenakan kemampuannya untuk bekerja dan mengintegrasikan data secara terbuka diberbagai bidang.

Baca pernyataan selengkapnya di sini

Liputan National Geographic

2014_NationalGeographic

quote open .   PetaJakarta.org memudahkan masyarakat Jakarta untuk mengetahui di mana saja titik lokasi banjir di seluruh wilayah Jakarta..        quote close

National Geographic Indonesia menjelaskan bagaimana platform PetaJakarta.org telah meningkatkan pengetahuan terkait situasi banjir di antara penduduk dan telah menjadi sebuah perangkat untuk berbagi dan menyebarluaskan informasi kritis di Jakarta.

Baca artikel selengkapnya di sini